Sabtu, 05 Desember 2020

SISTEM POLITIK INDONESIA

 NAMA: ANDIKA SAPUTRA 
NIM : C1E119020 
JURUSAN: ILMU POLITIK 
KELAS: B
 
SISTEM POLITIK INDONESIA 
kebijakan publik Bagaimana efektivitas konversi itu faktor baik eksternal maupun internal apa saja faktor-faktor itu mari ikuti perjalanan saya hari ini dalam kehidupan politik sayangnya maknanya juga tidak selalu dipahami dengan baik oleh semua orang dalam bahasa Indonesia ada problem serius ketika kita menterjemahkan representasi menjadi perwakilan betul berarti perwakilan tapi perwakilan itu hanya salah satu saja dari aspek representasi representasi politik yang paling mengena dewasa ini itu adalah yang dirumuskan oleh orang bernama Hana Titin yang mengatakan bahwa representation itu adalah membuat sesuatu presentation membuat sesuatu hadir lagi dari bilamana yang lain kalau kita berbicara soal politik itu adalah urusan menghadirkan lagi kehendak rakyat menjadi kebijakan publik sederhana saja urusannya yaitu Bagaimana kemauan rakyat sebagai pemilik kedaulatan itu bisa berubah menjadi kebijakan publik tapi urusan yang sederhana itu punya komponen yang sangat tidak sederhana komponen kehendak rakyat menjadi kebijakan publik itu sangat rumit sama rukunnya seperti perubahan energi menjadi seperti yang kita bahas tadi dengan demokrasi itu bisa sangat dekat tapi secara konseptual bisa berseberangan.konsep presentasi itu bisa kita lacak jauh ke belakang sampai ke seorang filsuf bernama Muhammad hop dia yang biasanya dirujuk oleh banyak orang dirujuk untuk diikuti tapi biru juga untuk dikritik karya dia yang berjudul leviathan itu dianggap sebagai buku yang Menjelaskan konsep presentasi seperti yang kemudian dikembangkan menjadi konsep representasi modern mengatakan bahwa orang punya otoritas untuk berkuasa ketika ada orang lain yang memberinya otoritas itu kemudian digunakan untuk mengelola kepentingan orang yang memberinya otoritas itu itu yang menjadi kedaulatan menjadi soflen itu masalahnya orang yang diberi hak untuk mengelola otoritas itu bisa independen bisa otonom terhadap orang yang memberinya mandat orang yang dianggap sebagai peletak dasar teori representasi modern Itu adalah anak Miskin Yang saya sebutkan tadi yang dia membagi representasi ke dalam empat kategori yang namanya 

1.formalistik representation
2.kedua ada simbolik representation 
3.deskriptif 
4.keempat ada berapa cm dibahas oleh Pipin dalam bukunya yang berjudul the concept representation yang terbit tahun 1967 dan sampai hari ini masih tetap menjadi buku yang paling dirujuk tentang representasi politik yang pertama formalistik representation itu adalah representasi melalui desain kelembagaan yang formal di mana orang memberikan otoritas kepada lembaga formal itu tapi juga meminta akuntabilitas dari mereka yang kedua simbolik representation adalah representasi yang bersifat simbolik dimana orang yang merepresentasikan gagasan nilai atau keyakinan tertentu itu berbicara atas nama yang diwakili yang ketiga deskriptif itu adalah representasi berdasarkan kategori tertentu identitas tertentu.

Karena itu ilmu politik mengenal konsep demokrasi yaitu representasi yang harus dikelola secara demokrasi sesuai dengan yang dikehendaki oleh rakyat oleh demos dalam representasi yang demokratis itu otoritas orang yang diberi mandat atau presentasi itu dibatasi dikontrol ada penyepakatan dengan rakyat secara terus-menerus agar operasi yang representative itu punya banyak cara mereka bisa melakukan self representation mereka bisa membawa sendiri kepentingannya ke dalam proses kebijakan publik  kecil. setiap orang bisa merepresentasikan dirinya sendiri dalam rapat rapat warga misalnya kita melihat sel representation dari kepentingan warga sehingga menjadi keputusan kolektif tapi dengan skala lebih besar dari koefisien itu tidak dimungkinkan orang harus melakukan presentasi melalui mediator-mediator itu bisa Civil Society bisa political Society hasilnya dalam di zaman modern representasi yang panjat paling banyak dilakukan oleh orang yang tadi yaitu Direct representation atau staf Presiden yang 
prestasi melalui mediator bisa juga orang membaik pas direct representation dalam skala kecil mewakilkan kepentingannya melalui mediator tapi kalau dia punya akses langsung ke kebijakan publik maka dia bisa membayar semua urusan lalu mempengaruhi proses pengambilan keputusan itu di titik paling akhir bypassing presentasi itu bisa dilakukan kalau Anda punya kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi kebijakan publik lobi-lobi yang dilakukan oleh oleh-oleh dari itu kadang-kadang bisa mengubah proses kebijakan publik di titik air ada orang-orang yang menempuh jalur hukum misalnya untuk melakukan judicial review terhadap perundang-undangan itu juga adalah contoh membaik proses yang panjang dalam proses perundang-undangan  dalam keadaan keadaan khusus. 

Tugas Final Politik Masyarakat Pesisir

TUGAS FINAL POLITIK MASYARAKAT PESISIR REVIEW JURNAL ANDIKA NIM : C1E119024 PRODI ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVER...